Senin, 05 November 2012

SIMULASI JARINGAN (Cisco Packet Tracer)


Ada yang mengerti Simulasi Jaringan Cisco? Mari dilihat  !



SIMULASI JARINGAN (Cisco Packet Tracer)

Membuat Simulasi Jaringan Computer Dengan Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Dengan10 Pc, 2 Switch Dan 1 Server

Langkah 1

Untuk Membentuk Suatu Simulasi Maka,Terlebih Dahulu Buat Suatu Gambar Kerja / Object Pada Aplikasi Cisco Packet Tracer Dengan Cara, Mendrag Gambar Atau Mengklik Lalu Menempelkannya Pada Layar Kerja, Seperti Terlihat Pada Gambar Dibawah Ini


Lalu Dari Gambar 1,

Tambahkan Jumlah PC Menjadi 10 Buah Sesuai Dengan Perintah Pembuatan Simulasi Jaringan, Dengan Cara Mendrag Gambar End Device, Atau Mengkliknya Lalu Pilih Generic PC Dan Kemudian Tempelkan Pada Layar Kerja, Kemudian Tambahkan 2 Switch Tipe 2950-24 Dan 1 Server-PT, Dapat Dilihat Seperti Pada Gambar 2


Pada Gambar 2 Diatas Dapat Dilihat Bahwa Semua Devices Sudah Ada, Tinggal Menghubungkannya Dengan Connection
Catatan :
- Untuk Menghubungkan Antara Device Yang Sama Gunakan Connection / Kabel Copper Cross - Over
- Untuk Menghubungkan Antara Device Yang Berbeda Gunakan Connection / Kabel Copper Straight - Through

Maka Untuk Membentuk Suatu Jaringan Semua Device Harus Dihubungkan Dengan Connection / Kabel Penghubung Yang Sesuai Dengan Kesamaan Antar Devices,
Dapat Dilihat Pada Gambar 3

Jika Semua Device Sudah Terhubung Seperti Gambar 3 Diatas Maka, Masuk Kelangkag Ke-2 Dalam Pengesetan / Konfigurasi IP Dari Semua Device

Langkah 2

Pada Langkah Ke-2 Ini Kita Hanya Akan Melakukan Setting Konfigurasi Dari Setiap Devices Dengan Cara Mengklik Pada Gambar Device Yang Akan Kita Setting :

A. Setting IP Server

- Klik Gambar Server (Pada Layar Kerja) → Dekstop → IP Configuration


- Isikan IP address pada Server, dan Default untuk Subnet Mask, kemudisan close
- Lalu pilih Config → DHCP → “Pastikan bahwa icon DHCP dalam keadaan On agar, pada pemberian alamat IP pada setiap Pc dapat dilakukan secara Dynamic (pemberian alamat Ip oleh server), lalu
- Jika sudah maka close

b. Setting IP pada Pc

- klik gambar Pc (pada layar kerja) → Desktop → IP Configuration

- isi IP address setiap pc berbeda hanya pada empat bagian terakhir yang berbeda
- isi default Subnet Mask untuk setiap Pc
- kemudian close, dan lakukan untuk ke-10 Pc yang ada
Catatan :
Dalam setting IP pada Pc ini bisa menggunakan Static (pemberian alamat IP manual) atau Dynamic (pemberian alamat IP oleh Server)

Langkah 3

Jika semua setting IP pada setiap device telah dilakukan maka, kita tinggal memeriksa apakah simulasi jaringan yang kita buat sudah benar-benar terkoneksi satu sama lain. Caranya adalah

Klik gambar seperti surat tertutup diatas kemudian tempelkan pada setiap device hingga muncul keterangan successful pada toolbar realtime, dalam hal ini device yang diperiksa adalah antara PC dan PC, kemudian PC dengan Server, jika semua diperiksa telah successful maka dapat dipastikan simulasi pembuatan jaringan kita telah berhasil, jika tidak maka periksa kembali kesalahan yang terjadi. Atau dapat juga dilakukan dengan perintah Ping pada 
Command prompt

JARINGAN KOMPUTER YANG MELALUI JALA-JALA LISTRIK


Mungkin sepintas kita beranggapan bahwa kurang mempercayai adanya Jaringan Internetyang disalurkan melalui kabel listrik. Hal inilah yang menjadi marak saat ini ini untuk dikembangkan oleh pemerintah sebagai jalur akses internet disamping kabel telepon. Ini benar-benar nyata dan sudah mulai di trial di indonesia. Teknologi koneksi internet yang memanfaatkan jaringan Listrik ini adalah PLC (Power Line Communications).

PLC merupakan kepanjangan dari Power Line Communications, teknologi yang menggunakan koneksi line kabel listrik yang dapat digunakan pada jaringan listrik yang telah ada untuk memberikan pasokan energi listrik, dan di saat yang bersamaan juga dapat digunakan untuk mentransfer data dan transmisi suara. Kecepatan maksimal yang bisa diraih menggunakan teknologi ini kurang lebih mendekati kecepatan koneksi transmisi data menggunakan fiber optic, mulai dari 256 Kbit/s sampai 45 Mbit/s.
PLC atau yang biasa disebut ‘internet via jala-jala’, adalah koneksi internet dengan menggunakan kabel daya PLN. Jadi koneksi internet yang selama ini memakai kabel komunikasi dengan port RJ11 atau RJ45 akan diganti dengan kabel daya/jala-jala langsung dari kabel daya PLN. Bisa, karena memanfaatkan medan elektromagnet yang ditimbulkan oleh akitivitas penghantaran arus (Hukum Maxwell).
Kita tidak perlu susah-susah ke warnet, cukup pasang line di rumah aja, kita udah bisa berselancar di dunia maya adapun penertian lain dari PLC (Power Line Communication), yaitu menggunakan jaringan kabel listrik untuk komunikasi dan transmisi data. Aliran listrik itu sesungguhnya dapat digunakan untuk menjadi “carrier” (pembawa) sinyal informasi dan data. Karena data itu sendiri dapat dikonversi dari format digital menjadi analog. PLC ini adalah teknologi yang menggunakan koneksi kabel listrik yang dapat digunakan pada jaringan listrik yang telah ada untuk memeberikan pasokan energi listrik, dan di saat yang bersamaan juga dapat digunakan untuk mentransfer data dan transmisi suara.
Kecepatan maksimal yang bisa diraih menggunakan teknologi ini kurang lebih mendekati kecepatan koneksi transmisi data menggunakan fiber optic, mulai dari 256 Kbit/s sampai 45 Mbit/s. Kita juga tidak usah takut kesetrum, karena koneksi internet ini (BPL) menggunakan carrier yang bermain pada frekuensi yang rendah pada kabel listrik bertegangan AC. Kalau kita ingin mengakses internet dari colokan listrik begini, kita harus punya “modem” khusus BPL dan ini berbeda dengan modem konvensional yang berbasis koneksi telefon (dial-up) atau lainnya.
Dengan teknologi jaringan telepon kabel tersebut, kita bebas mengakses Internet tanpa menutup peluang jika ada telepon yang akan masuk. Ini merupakan kelebihan yang nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik yang dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menghubungkan dari rumah yang satu ke rumah yang lain.
 
Skematik Internet Via Kabel Listrik
Secara teoritis, kabel listik memang bisa digunakan untuk membawa “paket data” seperti halnya kabel telefon dan kaber fiber optic yang lazim digunakan untuk koneksi internet. dan pengaplikasiannya untuk koneksi internet disebut BPL (Broadband Over Power Lines). koneksi internet ini (BPL) menggunakan carrier yang bermain pada frekuensi yang rendah pada kabel listrik bertegangan AC. Kalau dianalogikan, ibaratnya di dalem kabel listrik yang bisa membuat Kita kesetrum, itu bisa disusupin paket data dan bahkan suara dalam gelombang arus listrik AC yang frekuensinya lebih rendah dibandingkan gelombang listrik AC-nya sendiri. Ibaratnya dalam satu kabel seolah-olah ada dua kabel yang berbeda, satu ada setrumnya, satu lagi buat koneksi internet.
 
Bagaimana mengirim data melalui arus AC?
Secara prinsip, pengiriman data melalui kabel setrum ini dilakukan dengan menumpangkan sinyal komunikasi yang berisi data di bawah frekuensi aliran listrik. Proses penumpangan sinyal data ini membutuhkan frekuensi gelombang skala rendah, 1-50 MHz. Data mengalir melalui kabel fiber optik tegangan tinggi. Kemudian di awal proses, sinyal sinyal data tadi masuk ke ISP milik Icon+. Dari sini, data mulai ditumpangkan ke dalam aliran listrik tegangan menengah, lalu dibagi dalam dua jalur: via kabel fiber optik dan kabel tegangan tinggi. Data yang menumpang tadi terlebih dahulu masuk ke dalam gardu distribusi listrik, untuk mengubah tegangan listriknya – dari tegangan menengah ke tegangan listrik rendah.
Dengan PLC, sinyal telekomunikasi (data, gambar, voice) dapat ditumpangkan atau diinjeksikan kejaringan listrik tegangan rendah (1-30 MHZ) dari jaringan data eksternal. Analoginya, arus listrik mengalir seperti air laut yang menghasilkan gelombang dan buih. Gelombang adalah arusnya, sedangkan buih berupa noisenya. Noise inilah yang dimanfaatkan oleh Teknologi PLC untuk menghantarkan sinyal suara dan data.

Jumat, 02 November 2012

Download Cisco Packet Tracer 5.3 Terbaru


Download Gratis Cisco Packet Tracer 5.3 Terbaru - Packet tracer merupakan sebuah software jaringan komputer. Software ini digunakan sebagai alat sementara dalam mempraktekkan kinerja jaringan komputer.

Banyak tujuan dari software ini dan sangat membantu sekali dalam dunia kerja maupun dunia sekolah. Dengan adanya Software ini kita bisa mengenal secara detail bagaimana kinerja jaringan tersebut.

Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam program ini telah tersedia beberapa komponen–kompenen atau alat–alat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Misalkan seperti kabel Lan ( cross over, console, dll ) , HUB, SWITCHES, ROUTER dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan computer di dalam komputer Anda, simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap–tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan dari komputer 1 ke computer lain dapat di simulasikan juga disini. 
 
Download Cisco Packet Tracer 5.3 (Windows)
 Download  (41.52 MB)
 
Download Cisco Packet Tracer 5.3 (Ubuntu) 
Download   (97.21 MB)

PENGERTIAN PROTOKOL OSI LAYER

A. OSI merupakan kepanjangan dari Open System Interconnection Di tahun 1984 ISO (Internasional Standarizaation organization) mengeluarkan solusi untuk memberikan standarisasi kompabilitas jaringan-jaringan sehingga tidak membatasi komunikasi antar produk maupun teknologi dari vendor yang berbeda.
Brikut ini adalah gambaran OSI Layer :

1. Phisycal layer
Merupakan layer kesatu atau layer bawah pada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari data link layer berupa Frame yang dan diubah menjadi Bitstream yang akan dikirim ketujuan berupa sinyal melalui media komunikasi.
Pada penerima, layer ini akan mengubah sinyal dari pengirim menjadi Bite dan sebelum dikirim ke data link layer Bite diubah menjadi Byte.
2. Data Link layer
Merupakan layer kedua pada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari network layer berupa Paket yang kemudian diencapsulasi menjadi Frame, dengan memberikan layer-2 header. Dan kemudian dikirim ke phisycal layer untuk diteruskan ke penerima.
Pada penerima, layer ini mengubah Byte menjadi Frame, frame header akan dilepas (dekapsulasi), kemudian dikirim ke network layer menjadi Paket.
3. Network layer